Halaman Utama
Buku Tamu
Arsip Berita
Contact
 
 

22

Feb 2012

Proyek Pagar MTP Mattone Disoal Warga

 
Radar Banjarmasin - Tanah Bumbu

 BATULICIN - Warga Desa Mattone Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir mempertanyakan pengerjaan rehab pagar Taman Makam Pahlawan (TMP) Mattone karena dinilai tidak memenuhi unsur-unsur perencanaan yang matang.
Selain itu, warga kecewa karena ketika pihaknya  mempertanyakan perihal SKPD mana yang bertanggungjawab mengerjakan proyek rehab pagar tanam makam pahlawan Mattone.
“Anehnya ketika kamia tanyakan kepada petugas dari pemkab yang dilapangan terkait siapa leading sektor proyek itu, mereka juga menyatakan tidak tau,” ujar Kepala Desa Mattone Kampung Baru Andi S Jaya.
Untuk menelusuri informasi pihak mana yang bertanggungjawab terhadap proyek rehap itu, pihaknya sudah mengontak Kabid Sosial Dinas Sosial Nakertrans Tanah Bumbu (Tanbu) Legiono sebagai pihak yang kabarnya menangani pengerjaan proyek.
“Namun yang bersangkutan menyatakan tidak tahu, dan berjanji akan mengkonfirmasikan lagi kepada Kadissosnakertrans Andi Asdar,” jelasnya.
Persoalannya, kata Andi, kondisi pagar yang ada saat ini dari  kayu ulin kondisinya masih sangat baik justru dipotong-potong, dan rencananya akan diganti dari bahan besi.
Padahal jika pelaksana proyek mau lebih cermat lagi, bahan yang cocok dan tepat untuk memagari makam pahlawan itu adalah dari bahan kayu ulin karena posisi area makam pahlawan berada tidak jauh dari pantai, sehingga jika pagar diganti berbahan besi maka akan rawan kerusakan karena terkena air laut.
“Kalau diganti dengan bahan besi meskipun berjenis steenlis  paling-paling  setahun berkarat, karena posisinya dekat sudah dengan pantai, selain rawan pencurian,” jelas Andi S Jaya sembari menambahkan, warga dan aparat desa tidak bisa menjamin pagar besi tersebut akan aman dari aksi pencurian.
Ia pun mencontohkan,  beberapa waktu yang lalu tiang-tiang lampu yang terpasang disisi pagar makam tinggal beberapa unit akibat dicuri maling.
Kalau pagar berbahan kayu ulin, ujar dia, ada  jaminan puluhan tahun tidak rusak, dan sangat jarang dicuri maling.
“Faktanya, pagar ulin itu sudah hampir 15 tahun terpasang tapi tidak rusak, dan tidak pernah dicuri maling,” katanya.
Agar aspirasi warga tersebut dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah, warga desa sudah mengusulkan kepada Kepala Dinas Tata Bangunan, Pasar dan Kebersihan Hamaludin, agar pagar taman Makam Pahlawan Mattone diganti dengan bahan rantai baja, seperti pagar Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, Tugu Pahlawan Surabaya, dan TMP Kusuma Bangsa Yogyakarta.
Rantai itu harus berukuran antara 4 inci hingga 5 inci. Jika kurang dari itu, dipastikan kekuatan pagar tidak berumur panjang.
“Usulan ini sudah kami koordinasikan dengan camat setempat, Pak Fadli Zour yang merupakan tokoh masyarakat Pagatan, dan sejumlah tokoh,”  pungkas Andi. (kry/al/ran)

 
  • Radar Banjarmasin Epaper
 
 
 
Kaltim Post Group