Halaman Utama
Buku Tamu
Arsip Berita
Contact
 
 

21

Feb 2012

Pelangsir Dibekingi Aparat

 
Radar Banjarmasin - Radar Kota

SAMPIT – Razia penyimpangan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terhadap para pelangsir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) oleh aparat Polres Kotim terkesan mubazir. Sejumlah pelangsir masih leluasa beroperasi.
   Penyimpangan BBM tersebut bahkan dilakukan terang-terangan meski ada aparat keamanan yang berjaga di SPBU. Tidak heran jika masyarakat menduga kuat para pelangsir sama sekali tidak takut melakukan pekerjaan ilegal itu karena diduga dibekingi oknum aparat sehingga selalu tidak terjaring razia.
  Suasana tersebut seperti yang terpantau langsung oleh Radar Sampit (Grup Radar Banjarmasin) di SPBUJalan Cilik Riwut kilometer 2,5, Senin (20/2) siang. Sejumlah pelangsir tampak bergantian melangsir menggunakan jeriken berkapasitas sekitar 33 liter. Satu pelangsir bisa membawa 2-3 jeriken.
  Aktivitas tersebut dilakukan secara berulang kali oleh sejumlah pelangsir. BBM yang berhasil disedot dari SPBU diperkirakan bisa mencapai ratusan liter, dengan asumsi ada sekitar belasan jeriken berisi BBM jenis solar yang didapat.
  Sejumlah aparat berseragam coklat dan seorang berseragam loreng hijau yang ada di lokasi itu pun tampak tak terusik menyaksikan aktivitas pelangsir tersebut. Para pelangsir itu diduga juga telah bekerjasama dengan pihak SPBU sehingga bebas mendapatkan BBM bersubsidi dalam jumlah besar.
  Itu baru pelangsir premium, belum lagi pelangsir solar yang menggunakan truk dalam menjalankan aksinya. Hingga kini para pelangsir tersebut seakan tak tersentuh oleh petugas. Menertibkan itu saja polisi belum bisa melakukannya hingga tuntas, apalagi mengungkap pelaku penimbunan solar atau pemodal besar bisnis penyimpangan BBM.
  Seorang mantan pelangsir mengungkapkan, modus penyimpangan BBM tersebut dilakukan secara terorganisir. Para pelangsir menyetor kepada oknum aparat sehingga bebas dari penangkapan. Meski kerap dilakukan razia, para pelangsir dapat bebas dari jeratan hukum karena sebelum razia dilakukan, oknum aparat yang membekingi telah menginformasi akan ada razia.
  “Penyimpangan BBM oleh para pelangsir itu sangat sulit diberantas, karena selain ada oknum aparat yang ikut bermain, pemodal besarnya juga kadang memiliki jaringan kuat bahkan bisa dibekingi pejabat, sehingga sulit diberantas meski sering dilakukan razia,” katanya. (ign)

 
  • Radar Banjarmasin Epaper
 
 
 
Kaltim Post Group