 BATULICIN - Para offroader harus melewati medan berbatu yang baru kali pertama terjadi di kompetisi Djarum Super 4X4 Real Adventure Offroad (DSRAO). Jika dibandingkan dengan Kejurnas Seri I di BSD Serpong Tangerang 26-27 Maret 2011, medan yang dilalui oleh para offroader jelas jauh berbeda. Bahkan, Ketua Panitia Genta Auto Sport Cahyadi Gunawan mengaku jalur trek dari batu hanya ada di Kabupaten Tanah Bumbu saja. “Ini baru kali pertama treknya berbatu sehingga tidak bisa diprediksi siapa pemenangnya,” ujarnya, kemarin. Meski begitu, Cahyadi cukup yakin offroader asal Kalsel bisa Berjaya di Kejurnas Seri II tersebut. Antara lain Johnlin Baratama Offroad dan Borneo Offroad Club (BOC). “Mereka sudah paham betul dengan medan di lapangan,” yakinnya. Medan yang sangat berat membuat para offroader banyak yang mengalami kesulitan. Bahkan, ada beberapa mobil yang terbalik. Offroader dari klub Spring Hill yang menjadi juara Seri I di Bumi Serpong Damai (BSD) City, 26-27 Maret 2011, juga mengakui medan yang dilalui sangat berat. “Cukup sulit dan melelahkan,” katanya setelah melalui balapan di SS I. Dia mengaku setiap SS yang dilalui sangat berat. “Butuh stamina yang cukup untuk balapan,” katanya. Senada disampaikan offroader Ashdi W dari Klub Jhonlin Baratama Offroade. Medan yang sulit dilalui membuat tenaga banyak terkuras. “Melelahkan, tapi penuh tantangan,” sebutnya. Hingga pukul 18.00 Wita, baru tiga Special Stage (SS) yang digelar dari 5 SS yang dipertandingkan. Klasemen sementara, Team Jangkar Miring Hiu dari Jogyakarta memimpin, dibuntuti oleh Team Khesena Offroad (Bogor-Jawa Barat), dan Team Alfindo dari Jakarta. Kejuaraan offroad itu sendiri diikuti 72 offroader dari 24 tim. Untuk SS 6 dan SS 7 dilangsungkan di hari kedua, Minggu 24/4.(kry/yc/dye)
|