Halaman Utama
Buku Tamu
Arsip Berita
Contact
 
 

9

Jan 2012

Konsultasi Kandungan oleh dr Bimanthara SpOG

Makanan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak
Radar Banjarmasin - Medika

Tanya:
Dok, saya ibu rumah tangga berusia 27 tahun dengan seorang putri berusia 20 bulan. Saat ini kami memprogramkan anak kedua kami. Menurut informasi yang pernah saya dengar, melalui makanan sehari-hari dapat mempengaruhi jenis kelamin yang dikehendaki. Misalnya untuk memperoleh bayi perempuan seorang ibu harus banyak makan daging-dagingan, begitu juga sebaliknya. Mohon penjelasan dokter lebh lanjut.
Nanda Banjarmasin. 08125005973

Jawab:
Informasi yang pernah ibu baca itu ada benarnya. Memang jenis kelamin anak dapat dipengaruhi faktor makanan. Tentunya disamping faktor genetis. Di mana jenis kelamin anak tergantung pada sel-sel genetik yang diturunkan oleh laki-laki. Kromosom X yang membawa jenis kelamin perempuan dan kromosom Y membawa jenis kelamin laki-laki pada anak.
Apabila ibu menginginkan anak perempuan, ada baiknya ibu makan-makanan yang bersifat asam. Sebaliknya bila ibu meinginkan anak laki-laki, sebaiknya ibu makan makanan bersifat basa yang terkandung pada makan yang dibakar. Misalnya ikan atau ayam panggang.
Memprogramkan jenis kelamin anak tidak hanya bisa dilakukan dengan memperhatikan faktor makanan saja. Karena jenis kelamin anak bisa juga dipengaruhi oleh suasana vagina, di mana pH rata-rata vagina adalah 4,7.
Perlu ibu ketahui, kromosom X yang bersifat asam dalam sperma akan mati bila bersentuhan dengan cairan yang bersifat basa. Begitupula sebaliknya, kromosom Y bersifat basa akan mati bila bersentuhan dengan cairan asam.
Sehingga apabila ibu menginginkan anak laki-laki maka ibu bisa membasuh vagina ibu dengan cairan yang bersifat basa setelah berhubungan dengan suami ibu. Karena dengan demikian yang tertinggal hanyalah kromosom Y pembawa gen laki-laki pada bayi.
Tapi, ada baiknya bila ibu berkonsultasi dengan dokter kandungan apabila memprogramkan jenis kelamin anak ibu. Konsultasi itu sebaiknya dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum terjadi kehamilan. Sebab usaha memprogramkan jenis kelamin anak tidak mungkin lagi dilakukan bila kehamilan sudah terjadi. *

 
  • Radar Banjarmasin Epaper
 
 
 
Kaltim Post Group