|
KOTABARU – Rencananya, tim peneliti dari pusat akan ke Kotabaru sekitar tanggal 20 Februari 2012 mendatang. Tim ini akan meneliti seberapa besar kerusakan terumbu karang di perairan Teluk Temiang, Kecamatan Pulau Laut Barat. Kabar itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru, Ir Talib MP, di sela-sela kunjungan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin ke daerah ini, Kamis (16/12) kemarin. Kunjungan gubernur sendiri untuk memberikan bantuan berupa 4 buah kapal kepada nelayan. “Rencananya memang demikian, dan seperti dikatakan pihak perusahaan, mereka akan mengganti kerusakan terumbu karang akibat terdamparnya tongkang mereka di perairan Temiang,” ujarnya. Seperti diketahui, pada bulan Desember 2011 lalu, 2 buah tongkang telah terdampar di perairan Teluk Temiang akibat terseret angin dan arus laut yang kencang. Salah satu tongkang bermuatan ratusan sak pupuk, yang jatuh ke laut dan merusak biota di sana. “Kalau kerugian kami akibat terdamparnya tongkang dan tumpahnya pupuk ke laut, maka itu sekitar miliaran rupiah,” ujar H Sulaiman, salah seorang warga di Teluk Temiang. Sayang sampai sekarang wartawan belum mendapat keterangan dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru, perusahaan apa yang memiliki tongkang tersebut. Sedangkan warga juga mengaku tidak tahu sampai sekarang siapa dan dimana pemilik tongkang. Namun yang jelas, warga Teluk Temiang berharap kepada pemerintah agar secepatnya permasalahan mereka mendapat kejelasan. Karena kalau tidak, dikhawatirkan tongkang sampai saat ini masih terdampar di tengah laut akan menimbulkan kerusakan lebih besar lagi. “Kan, kalau ada angin kencang badan kapal akan bergeser dan berpindah, pasti dasar kapal akan menggesek terumbu yang berada dibawahnya,” ujar warga. Talib sendiri akan bersegera dalam menyelesaikan permasalahan ini, dan berharap ada jala keluar terbaik bagi warga nelayan disana. Ia meminta nelayan bersabar dulu. Jika tim peneliti sudah meneliti seberapa besar kerusakan baru akan mengatur bagaimana baiknya antara warga dengan perusahaan. (mr-119)
|