Halaman Utama
Buku Tamu
Arsip Berita
Contact
 
 

27

Jan 2012

Pasar Tamiang Rawan Pencurian

 
Radar Banjarmasin - Kalselteng

TAMIANG LAYANG - Para pedagang yang berjualan di relokasi Pasar Tamiang Layang di lokasi Jalan Nansarunai merasa resah. Pasalnya hingga saat ini masih belum didirikan pos pengamanan, dimana pihak Pemerintah Daerah beberapa waktu lalu pernah menjanjikan hal tersebut.
Salah seorang pedagang bernama Hj Normiati ketika ditemui di kiosnya di Pasar tersebut mengatakan, lokasi pasar yang mereka tempati untuk saat ini rawan dengan tindak pencurian. “Saat ini lokasi pasar Tamiang Layang sering kali terjadi pencurian, walaupun dalam skala kecil, apabila dibiarkan berlarut-larut tentunya sangat mengganggu dan meresahkan,” ungkapnya Jumat (27/1) siang.
Menurutnya, pihaknya selaku pedagang di wilayah tersebut sangat menantikan janji pemerintah dalam menempatkan pos pengamanan. Wanita yang berprofesi sebagai pedagang ikan tersebut menambahkan dalam beberapa minggu terakhir ini, sudah beberapa dagangan yang telah hilang.
Hal tersebut didukung dengan lokasi pasar yang cukup sepi disaat malam hari, sehingga sangat rawan dengan tindak kriminalitas. Bahkan tanpa adanya pos pengamanan, tentunya mengundang oknum tindak kriminalitas leluasa untuk melakukan aksi kejahatan. Dan yang ditakutkan, dari skala kecil tersebut, tentunya dapat berkembang menjadi pencurian berskala besar. Selain permasalahan pos pengamanan, pihaknya juga mengeluhkan prasarana di komplek pasar seperti  jamban (WC)  tidak dapat dipergunakan.
Apalagi sarana seperti WC sangat dibutuhkan pihaknya dalam beraktivitas. Hal tersebut ditambah lagi dengan belum tersedianya musholla sebagai tempat ibadah. “Maka dari itu, kami sangat mengharapkan agar Pemkab Bartim dapat menyikapi hal tersebut, mengingat beberapa kebutuhan tersebut termasuk vital dan menyangkut keamanan kami para pedagang dalam melaksanakan transaksi jual beli,” tegasnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pasar Tamiang Layang Aliansyah membenarkan apa yang disampaikan para pedagang tersebut. Pasalnya para pedagang memang tengah diresahkan dengan pencurian yang sering terjadi di pasar tersebut.”Beberapa minggu yang lalu ada barang yang hilang seperti bahan makanan dan sembako, walaupun tergolong kecil, tentunya akan berdampak bagi para pedagang itu sendiri,” ujarnya.
Pria murah senyum tersebut juga menambahkan, memang sebelumnya telah direncanakan pihak dari Pemerintah Daerah untuk mendirikan pos pengamanan pasar. Namun hingga saat ini masih belum ada titik terang dan kejelasan. Bahkan pihaknya telah menyampaikan langsung usulan tersebut ke Pemkab Bartim, agar petugas jaga malam yang dapat berjaga-jaga di lokasi tersebut dan hingga saat ini masih belum ada tanggapan dan jawaban. Dirinya juga menambahkan, apabila kedepannya hal tersebut masih belum terealisasi, dan tidak ada kejelasan, maka pihak UPTD Bartim akan bekerjasama dengan Ketua Pasar Tamiang Layang untuk menempatkan petugas jaga malam dalam upaya memberikan rasa aman bagi para pedagang yang berjualan di wilayah yang berdekatan dengan komplek sekolah tersebut.(did/viv)




 
  • Radar Banjarmasin Epaper
 
 
 
Kaltim Post Group