|
BARABAI – Sekretaris Daerah Hulu Sungai Tengah dr H IBG Dharma Putra MKM yang membuka secara resmi praktik Klinik Kebidanan III Stikes Muhammadiyah Banjarmasin Tahun Akademik 2011-2012 berharap kepada peserta untuk memahami visi dan misi daerah serta Stikes memiliki desa binaan di Hulu Sungai Tengah agar hasilnya lebih maksimal. Praktik yang bertujuan untuk menerapkan bekal selama sekolah itu lebih bermakna dan benar-benar terasa jika memiliki desa binaan, apalagi, HST saat ini sangat membutuhkan bidan yang benar-benar bekerja untuk masyarakat.”Mahasiswa harus bisa bekerja sama dengan aparat desa dan masyarakat saat melaksanakan praktik kebidanan komunitas,” katanya. Dia mendukung kegiatan praktik yang merambah desa-desa di Kecamatan Haruyan. Dharma juga berharap ada keseriusan dari mahasiswa dan pembimbing menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan tulus. "Kesuksesaan sulit diraih tanpa tanggung jawab, rendah hati dan integritas," ujarnya. Ketua Stikes Muhammadiyah Banjarmasin Hj Ulfah Hidayati menyatakan, bekal pengetahuan harus selaras dengan praktik yang dijalankan para mahasiswa. Mereka dituntut mampu mempraktikkan seluruh pengetahuannya demi masyarakat. “Dengan bimbingan dan pengawasan dari kepala puskesmas, pembimbing praktek lapangan, serta pembimbing dari akademik, mahasiswa diharapkan mampu bekerjasama dengan petugas puskesmas, pamong desa dan pemuka masyarakat,” ucap Ulfah. Nanti, sebanyak 117 mahasiswa disebar di 14 desa di kecamatan Haruyan, mereka tetap bertahan di desa-desa itu selama 1 bulan penuh. Kedepan ada kemitraan terjalin antara pemda HST dengan Stikes Muhammadiyah Banjarmasin. Seremoni yang berlangsung di Aula rumah Sakit H Damanhuri Barabai ini juga dihadiri unsur muspida, Kepala Dinas Kesehatan HST drg Kusudiarto, Direktur RS H Damanhuri Barabai drg Rudi Widodo, Perwakilan dari Muhammadiyah Muktiansyah, Camat Haruyan Kurmadi, para Pambakal se Haruyan.(adv/humashst/amt)
|