|
PARINGIN - Kawasan agro wisata ikan yang berlokasi di lingkungan Danau Baruh Bahinu, Kecamatan Paringin Selatan, diprogramkan untuk terus dikembangkan. Proyek yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Balangan itu dinilai memiliki potensi besar selain sebagai kawasan pariwisata juga berpengaruh terhadap usaha ekonomi warga masyarakat petani ternak. Ditargetkan pada tahun 2014 mendatang, Bidang Perikanan di Kabupaten Balangan dapat meningkatkan produksinya. Target itu dilakukan dengan beberapa tahap, seperti, pembukaan lahan budi daya ikan air tawar serta pembenahan kawasan peternakan ikan yang menjadi lokasi wisata berlokasi di Danau Desa Baruh Bahinu, Kecamatan Paringin Selatan. ”Selain peningkatan produksi, juga dapat dikembangkan sebagai kawasan agro wisata di daerah Kabupaten Balangan,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Poraparbud) Kabupaten Balangan Murjani. Dikatakannya, dilokasi tersebut telah disemai seratus ribu benih ikan nila dan seratus unit jalan apung. Potensi alam di wilayah Kabupaten Balangan, dinilai tidak hanya berpotensi sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Akan tetapi, daerah tersebut juga memiliki potensi pada sektor perikanan. Seperti yang telah dikembangkan oleh pihak instansi pemerintah terkait kurang lebih sejak lima tahun lalu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perikanan (PTHPP) Kabupaten Balangan menargetkan, pada tahun 2013 mendatang daerah Balangan akan mampu menjadi salah satu pemasok ikan air tawar di pasar wilayah Kalsel. Kepala Dinas PTHPP Kabupaten Balangan, Ruskariadi menyatakan, melalui Balai Benih Ikan (BBI) yang berlokasi di Desa Gunung Manau, Kecamatan Batumandi telah menghasilkan komoditas bibit ikan lokal yang cukup besar. ”Bahkan, hasil tersebut telah dibagikan sebanyak satu juta ekor benih ikan ke masyarakat sekitar,” ujarnya. Ruskariadi menjelaskan, untuk mencapai target itu, sangat dibutuhkan peran serta sejumlah pihak. Disebutkannya, seperti kerjasama yang baik dengan beberapa instansi pemerintah terkait dan masyarakat petani. Hingga, pengembangan budidaya ikan air tawar tersebut bisa lebih meningkat dan lebih baik. Lebih lanjut Ruskariadi mengatakan, Kabupaten Balangan sangat ideal untuk pengembangan sektor perikanan tersebut. Kondisi alam yang beragam dirasakan mendukung, seperti, daerah yang memiliki pegunungan, lembah, sungai, danau, serta hamparan kawasan rawa dan gambut. ”Kondisi tersebut tentu sangat mendukung untuk pengembangan kolam ikan air tawar,” katanya. Sementara itu, sekitar 200 kepala keluarga sekitar transmigrasi di Desa Papuyuan dan Desa Lajar, Kecamatan Lampihong, Balangan, telah dibekali kemampuan teknis mengenai pengelolaan kolam ikan air tawar serta terapannya. (kim/rz/ram)
|