Halaman Utama
Buku Tamu
Arsip Berita
Contact
 
 

5

Jun 2011

Berbincang dengan RBC, Himpunan Mahasiswa Peduli Lingkungan

Dana Cair Setelah 100 kg Sampah Terkumpul
Radar Banjarmasin - Banjarbaru

Untuk memerangi sampah di sekitar kawasan kampus, cara berbeda ditempuh 11 orang mahasiswa Fakultas Teknik Unlam Banjarbaru. Dengan bergabung dalam komunitas Ratik Bank Community (RBC) mereka akan menyulap sampah di kampus menjadi tabungan rupiah. Berikut ulasannya.

RAHMAT HIDAYATULLAH, Banjarbaru

Bukan menggunakan plang denda seperti di Jalan Guntung Manggis. Bukan pula dengan mengadakan kerja bakti sosial langsung ke masyarakat. Ke-11 mahasiswa semester enam tersebut mempunyai cara baru untuk memerangi sampah di fakultas mereka. Yakni dengan metode yang kerap digunakan di bank.
“Jadi nasabah bisa menabung sampah di RBC, setelah ditabung kemudian nantinya bakal dirupiahkan,” ujar Ketua RBC, Aqli.
Prosedurnya cukup mudah, pertama calon nasabah mendaftarkan dirinya sebagai nasabah di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (Himateklink) Gedung SC Fakultas Teknik Unlam Banjarbaru. “Persyaratannya dengan membawa fotocopy kartu identitas diri seperti KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), kemudian biaya pendaftarannya sendiri yakni berupa sampah anorganik seperti plastik, kertas dan kaleng,” ujarnya yang diaminkan anggota lainnya.
Selanjutnya, nasabah bakal mendapatkan buku tabungan. Jika nasabah tersebut rajin menabung, maka semakin cepat nasabah mendapatkan uang. Pasalnya, jika tabungan belum mencapai satu kuintal atau 100 kilogram, bank tidak bakal merupiahkan sampah yang ditabung tersebut. Satu kilogram sendiri untuk sampah jenis kertas dihargai Rp500, sementara untuk plastik dihargai seribu rupiah. “Supaya uangnya banyak, jadi ditabung dulu sebanyak 100 kilogram,” ujarnya.
Aqli mengatakan, untuk dananya sendiri RBC menjual sampah-sampah yang sudah ditabung tadi ke pemulung sampah. Namun dengan harga yang sedikit tinggi. “Kalau dijual ke nasabah Rp500, kemudian kalau kami jualnya ke pemulung Rp650, jadi ada untung juga buat kami,” ujarnya.
Keuntungan tersebut kata Aqli, digunakan untuk membesarkan nama organisasi ke luar kampus. “Sementara ini karena masih baru, di lingkup kampus dulu, tapi setelah besar nanti kami bercita-cita ingin membuat suatu rumah bank besar sehingga bisa mencakup lingkup umum,” ujarnya.
Menurut salah satu anggota RBC, Mevi, organisasi relawan ini baru diresmikan Minggu (5/6) kemarin bertepatan dengan Hari Lingkungan. Kemudian bakal beroperasi pada tanggal 13 Juni nanti. “Semoga ketika beroperasinya RBC 13 Juni nanti, masalah sampah di sekitar kampus bisa cepat teratasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Unlam Banjarbaru, Syafrudin mengatakan, bakal mendukung penuh organisasi positif tersebut. Dukungan tersebut katanya, bisa dalam bentuk dana. “Kalau kegiatan ini berjalan sukses, nantinya bakal kami programkan saat perencanaan kegiatan akhir tahun nanti,” ujarnya kagum dengan 11 mahasiswa tersebut.
Menurut Syafrudin, kegiatan itu mampu memotivasi mahasiswa lainnya dan juga masyarakat Banjarbaru yang kerap melewati kampus untuk bisa menjaga dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. “Kalau bisa dikelola dengan bagus, ini bisa menjadi suatu program kewirausahaan,” ujarnya. (ay/abj)

 
  • Berita Lainnya
  • Radar Banjarmasin Epaper
 
 
 
Kaltim Post Group