Hidup Susah, Mati pun Susah
Mencari Tanah Pemakaman Semakin Sulit
 
Selasa, 22 Oktober 2013 - 10:05:27
|
Banjarmasin
|
Dibaca : 293 Kali
 
BANJARMASIN – Dulu, H Aliansyah (73) ingat bagaimana mudahnya mencari tanah untuk memakamkan warga di lingkungannya yang meninggal. Kalau ada lahan kosong berisi sebuah atau dua buah kuburan, bisa saja minta ikut dimakamkan di situ asal dapat izin dari pemilik tanah.

    Tapi sekarang tidak bisa lagi begitu. Seiring makin berkembangnya pemukiman, sejengkal tanah menjadi sangat berharga. Setiap meter ada hitung-hitungannya.
“Sekarang harus bayar antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta,” ujar Ketua Rukun Kematian Noor Aini Kelurahan Alalak Tengah itu, Senin (21/10).

    Yang kasihan tentu saja warga yang hidupnya susah. Jangankan mencari tanah, membeli kain dan kelengkapan untuk proses pemakaman saja bingung. Masalah ini jadi pikiran pengurus rukun kematian, sehingga diputuskan untuk membeli tanah secara swadaya untuk dijadikan alkah.
    
    Alkah seluas kira-kira 1.800 meter persegi itu dibeli dua tahap sejak tahun 1993. Diperuntukan bagi warga empat RT yang berpenduduk sekitar 300 kepala keluarga (KK), yakni RT 4, RT 5, RT 6, dan RT 7.  “Sebenarnya banyak di luar  empat RT itu yang mau ikut karena ada tanah alkah itu. Tapi terpaksa dibatasi,” imbuhnya.

    Sampai sekarang sisa lahan alkah sudah sekitar setengahnya. Yang dimakamkan di sana utamanya warga tidak mampu, sedang warga yang mampu umumnya memiliki alkah pribadi. Sebelumnya lahan di sekitar alkah kosong. Sekarang, alkah yang terletak di dalam gang sempit itu sudah terjepit rumah-rumah dan bangunan sekolah.

    Kebingungan mencari tanah untuk memakamkan anggota keluarga juga pernah dialami salah seorang warga Banjarmasin. Berkat bantuan ‘makelar’, tanah akhirnya didapat. Tapi itupun lokasinya di luar daerah Kota Banjarmasin.

    “Sebelum dapat tanah kami lebih dulu menghubungi ambulans mesjid. Pas sopir ambulans tahu keluarga masih bingung di mana akan dikubur, dia tiba-tiba menawarkan untuk mencarikan. Akhirnya, dapat di TPU (Taman Pemakaman Umum) di daerah Liang Anggang. Tarifnya tidak ingat persis, antara Rp1 juta-Rp1,5 juta,” tuturnya.

    Namun, pihak keluarga agak menelan kecewa. Lokasi kuburan terkesan dipaksakan karena letaknya di gang antarmakam yang harusnya jadi jalan orang lalu lalang. Tapi pemakaman akhirnya tetap dilakukan di tempat yang telah disediakan itu.

    Pemerintah Kota Banjarmasin sebenarnya punya dua lahan TPU, yakni TPU di Jln Masjid Jami seluas empat hektare dan TPU di Jl Landasan Ulin kilometer 22 seluas 8 hektare.  

    Tapi TPU Jln Masjid Jami sudah ditutup sejak tahun 1992. Kalaupun ada pemakaman baru, itu merupakan kapling yang sudah dipesan sejak lama oleh warga karena dulu memang ada kebijakan yang membolehkan.

    Sedangkan TPU di Jln Landasan Ulin kilometer 22 masih terbuka. Hanya saja, lokasinya yang di luar kota membuat warga berpikir soal biaya transportasi.  “Kita pernah mengusulkan penambahan lahan di dalam kota. Tapi ada kesulitan untuk mendapat lahan, jadi TPU yang ada saja dibenahi,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, Mukhyar.

    Wakil Walikota Banjarmasin M Irwan Anshari mengatakan, memang peran pemerintah untuk menyediakan tanah bagi kepentingan umum.  “Tapi melihat kondisi tanah terbatas, kita lihat nanti seperti apa masalah penyediaan lahannya,” ucapnya di sela penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemakaman di ruang rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin kemarin.

    Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Banjarmasin, Noval menambahkan, raperda inisiatif dewan itu berasal dari aspirasi masyarakat. Karena sulit mencari tanah untuk pemakaman, halaman rumah pun jadi. Tapi akibatnya lahan pemakaman jadi tidak teratur. “Selama ini sepertinya pemerintah tidak siap menganggarkan. Dengan raperda ini bisa ini jadi payung hukum,” jelasnya. (naz)

 
 
 
     
 
 
 
 
 
 
 
 


 

Radar Banjarmasin

Paling Paham Soal Banua.
Alamat Redaksi, Iklan, Percetakan, dan Pemasaran: Jl. A Yani KM 29,6 Landasan Ulin, Banjarbaru. Telepon: Redaksi (0511)4706151, Iklan & Pemasaran (0511)4705042. Fax: (0511)4706150. Email Redaksi: redaksi@radarbanjarmasin.co.id
Biro Banjarmasin: Jl. Hasan Basry No.E-31 A, Telepon: (0511)3303553.  Perwakilan Balikpapan: Gedung Biru, Jl. Soekarno Hatta KM 3,5. Telepon: (0542)735359.  Perwakilan Surabaya: Graha Pena, Jl. A Yani No.88 Surabaya. Telepon: (031)8283333.   Perwakilan Jakarta: Jl. Raya Kebayoran Lama No.17. Telepon: (021)5349311, Fax: (021)5349207.